Bisnis

Alpukat Pasaman Barat Hadir di Asian Games 2018

Alpukat-Pasaman-Barat
Alpukat-Pasaman-Barat

Ajang Asian Games menjadi salah satu ajang bagi daerah untuk memperkenalkan produknya kepada masyarakat secara luas. Hal ini dibuktikan dengan hadirnya alpukat Pasaman Barat sebagai salah satu suguhan di Asian Games Tahun 2018 ini. Alpukat dari salah satu kabupaten tertinggal ini disuguhkan kepada altet Asian Games 2018 pada acara Expo and Conference Asian Games 2018 yang digelar di Halaman Kantor Kementerian Pemuda dan Olah Raga Republik Indonesia di Jakarta.

Seperti dilansir media Kompas Tanggal 23 Agustus 2018, alpukat Pasaman Barat yang diperkenalkan kepada publik saat ini adalah alpukat jenis Tanjung yang merupakan produksi Jorong Giri Maju, Nagari Kotobaru, Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman Barat.

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia mengambil bagian pada acara Expo and Conference Asian Games tahun ini. Pengenalan produk-produk terbaik dari daerah tertingga, seperti buah tropis alpukat, merupakan salah satu strategi untuk mendorong tumbuhnya perekonomian di daerah-daerah tertinggal.

Alpukat Pasaman Barat Memiliki Potensi Besar

Direktur Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT), Kementerian Desa, PDT, dan Transmigrasi, Samsul Widodo, mengakui bahwa meski daerah tertinggal, ternyata Kabupaten PasBar memiliki potensi yang luar biasa di bidang hortikultura. Alpukat Tanjung adalah salah satu komoditi lokal Pasaman Barat yang memiliki keunggulan baik dari segi rasa maupun ukurannya.

Luas tanam alpukat Tanjung mencapai 1.500 hektar. Produksi hariannya bisa mencapai 2,3 hingga 3 ton. Dengan kata lain, Kabupaten Pasaman Barat sangat potensial sebagai pemasok alpukat ke daerah-daerah lainnya di Propinsi Sumatera Barat maupun daerah lainnya. Bahkan, saat musim puncaknya, produksi harian alpukat Tanjung bisa mencapai 10 ton.

Keunggulan alpukat Pasbar berasal dari proses perawatan dan penanganan yang baik. Alpukat tanjung umumnya dipelihara masyarakat dengan intensitas pemeliharaan yang cukup, pemupukan, serta proses pembersihan yang baik. Alhasil, alpukat terus berproduksi karena bunga baru selalu muncul. Itulah yang membuat produksinya terus meningkat.

Tentunya, jika dipromosikan dengan baik dan kualitas buahnya dipertahankan, alpukat PasBar akan memberikan daya ungkit yang besar terhadap peningkatan pendapatan petani. Pada akhirnya, meningkatnya perekonomian masyarakat akan berkontribusi positif terhadap upaya Pemerintah Daerah Kabupaten Pasaman Barat beserta masyarakat untuk keluar dari status daerah tertinggal pada Tahun 2019 nanti.

Reporter Online untuk situs PasBar Online, sangat menyukai renang, dan memiliki passion dibidang teknologi informasi. Saat ini menulis untuk berita, teknologi, wisata, bisnis, kuliner serta sosial dan budaya.
×
Reporter Online untuk situs PasBar Online, sangat menyukai renang, dan memiliki passion dibidang teknologi informasi. Saat ini menulis untuk berita, teknologi, wisata, bisnis, kuliner serta sosial dan budaya.
Latest Posts
  • Mengenal-Olahraga-untuk-Anak-ADHD
  • Manfaat-Training-Memanah-Bagi-Anak
  • Training-untuk-Penderita-Autis
  • Fitness-Untuk-Para-Manula

Comment here