Info

Bertukar Informasi Tanpa Kata-kata

Berkomunikasi serta bertukar informasi  adalah kegiatan yang tak dapat diabaikan oleh manusia sebagai makhluk social. Sayangnya tidak semua orang beruntung terlahir dengan panca indera yang lengkap dan sehat, misalnya seorang tuna rungu atau mengalami gangguan fungsi pendengaran yang mungkin bawaan lahir atau mengalami kondisi medis tertentu. Kondisi tersebut tentu membuat yang bersangkutan kesulitan berkomunikasi secara normal dengan orang lain sehingga berpotensi membuat mereka terkucil dari masyarakat. Untungnya ada solusi lain untuk mengatasi hal ini yaitu menggunakan bahasa isyarat yang dilakukan dengan menggerakkan jari-jemari.

Bertukar-Informasi-Tanpa-Kata-kata
Bertukar-Informasi-Tanpa-Kata-kata

Sekilas tentang bahasa isyarat untuk bertukar informasi pada orang berkebutuhan khusus

Bahasa isyarat memudahkan mereka yang tuna rungu untuk berkomunikasi dengan orang lain, termasuk orang yang normal. Bahasa tersebut pertama kali ditemukan oleh Geronimo Cardano, seorang dokter berkebangsaan Italia pada abad ke 16. Ide ini muncul saat Dokter Cardano mulai memahami bahwa penderita gangguan pendengaran dapat belajar symbol-symbol dengan isyarat jari yang merujuk pada hal-hal atau informasi  yang mereka lihat di lingkungan sekitar.

Penemuan tersebut terinspirasi dari sang putra yang juga mengalami hal yang sama dan Doker Cardano mengetahui bahwa kecerdasan anaknya faktanya sama dengan anak-anak lainnya yang lengkap panca inderanya. Hal ini berawal saat sang Dokter mengajarkan si Anak untuk membaca dan menulis. Di tahunn 1775, berdiri sekolah pertama tanpa biaya yang dimiliki oleh Michael de L’Eppe untuk mereka yang berkebutuhan khusus. Di sini pendiri sekolah tersebut mengajar sendiri anak-anak tuna rungu bahasa isyarat dengan gerakan tangan dan jari membentuk sebuah kata atau huruf. Dari sekolah kecil itulah aktivitas bertukar informasi tanpa kata-kata ini menyebar hingga ke Amerika Serikat.

Faktanya  setiap negara mempunyai bahasa isyarat tertentu, sebagaimana bahasa lisan yang memang berbeda-beda pada setiap tempat. Namun tetap ada bahasa isyarat internasional yang diajarkan di lembaga-lembaga pendidikan anak berkebutuhan khusus serta diakui di seluruh dunia.

Penggunaan bahasa isyarat untuk menyampaikan informasi di Indonesia

Di tanah air sendiri ada dua bahasa isyarat yang diajarkan, yaitu Sistem Bahasa Isyarat Indonesia dan Bahasa Isyarat Indonesia. Orang pertama yang mempelopori penggunaan bahasa tersebut adalah Alm. Anton Widyatmoko, seorang guru serta mantan kepala sekolah SLB/B atau khusus untuk anak-anak tuna rungu.

SIBI (Sistem Bahasa Isyarat Indonesia) bukannya tidak mempunyai kekurangan sebagai alat penyampai info. Walaupun diajarkan di sekolah-sekolah secara luas tapi SIBI jarang dipakai untuk berkomunikasi sehari-hari karena dirancang hanya dengan hanya menerjemahkan Bahasa Indonesia dalam bahasa isyarat, yang membuat komunikasi kurang luwes. Selain itu kosakata dalam SIBI juga banyak mengadopsi bahasa isyarat milik Amerika Serikat.

Hingga saat ini pada guru pengajar siswa tuna rungu di tanah air umumnya memberikan materi dengan  SIBI serta bahasa bibir walaupun dirasa masih kurang optimal bagi siswa-siswa tersebut dalam menangkap penyampaian yang diberikan. Hal ini semakin dipersulit dengan anak-anak tuna rungu yang sebelumnya tak pernah mengenal kosakata Bahasa Indonesia.

Keadaan ini mendorong GERKATIN (Gerakan Kesejahteraan Tuna Rungu Indonesia) untuk memperjuangkan model bahasa isyarat yang dapat digunakan oleh penyandang tuna rungu dengan lebih  praktis. Yaitu bahasa isyarat yang alami serta sesuai hati nurani. Di samping SIBI ada pula BISINDO yang diperkenalkan sejak 33 tahun yang lalu dan dirasa lebih mampu membuat penyandang tuna runga memahami suatu informasi dengan cepat dan praktis walaupun bahasa yang digunakan tidak terlalu baku, tapi sayangnya masih belum terlalu diakui oleh pemerintah.

Reporter Online untuk situs PasBar Online, sangat menyukai renang, dan memiliki passion dibidang teknologi informasi. Saat ini menulis untuk berita, teknologi, wisata, bisnis, kuliner serta sosial dan budaya.
×
Reporter Online untuk situs PasBar Online, sangat menyukai renang, dan memiliki passion dibidang teknologi informasi. Saat ini menulis untuk berita, teknologi, wisata, bisnis, kuliner serta sosial dan budaya.
Latest Posts
  • Mengenal-Olahraga-untuk-Anak-ADHD
  • Manfaat-Training-Memanah-Bagi-Anak
  • Training-untuk-Penderita-Autis
  • Fitness-Untuk-Para-Manula

Comment here