Berita

Bocah Mabuk Pertalite, Dokter Sebut Beresiko bagi Organ Hati

Bocah Mabuk Pertalite, Dokter Sebut Beresiko bagi Organ Hati

Beberapa waktu lalu social media dihebohkan dengan aksi seorang anak laki-laki berumur 7 tahun yang terlihat linglung setelah menghirup sebotol cairan berwarna biru diprediksi pertalite. Peristiwa tersebut menjadi viral, dimana anak itu juga terlihat beberapa kali mendekatkan hidungnya pada lubang botol air mineral 600 ml berisi pertalite yang digenggamnya.

Sangat disayangkan bahwa orang dewasa yang ada di dekatnya pada waktu itu tak segera mengambil botol tersebut dari tangan si anak namun justru merekamnya dengan kamera ponsel. Sambil merekam pria tersebut juga terdengar beberapa kali menceritakan peristiwa tersebut kepada seseorang yang berada di kejauhan. Peristiwa tersebut diduga terjadi di sekitar perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah atau di kawasan Banten.

Bocah Mabuk Pertalite, Dokter Sebut Beresiko bagi Organ Hati
Bocah Mabuk Pertalite, Dokter Sebut Beresiko bagi Organ Hati

Pendapat dokter

Dr Marlyn Cecilia Malonda, SpA, dokter spesialis anak dari Rumah Sakit Mayapada Tangerang turut berkomentar atas video viral tersebut, menurutnya menghirup bahan bakar seperti pertalite selain memicu mabuk  atau fly juga sangat beresiko bagi kesehatan, tak hanya ringan bahkan hingga berat. Dokter Marlyn mengatakan bahwa walaupun berbentuk cairan namun gas pertalite dapat memicu pusing, mual, hingga iritasi saluran napas.

Sementara resiko ringan yang bisa terjadi adalah bibir dan kulit menjadi kering dan pecah-pecah. Berikutnya resiko yang paling berat adalah rusaknya organ hati hingga ginjal. Tak hanya pada pertalite, efek fly tersebut juga bisa didapatkan dari jenis bahan bakar lainnya seperti pertamax, premium, dan lain-lain. Pemicunya adalah adanya zat hidrokarbon yang mempunyai dampak menghilangkan kesadaran.

Lebih jauh dokter Marlyn menyebutkan bahwa efek menghirup bahan bakar dengan paparan yang intens atau besar baik oleh anak-anak atau orang dewasa akan memberikan efek yang sama, yaitu mabuk. Tapi tentu saja bila dibandingkan dengan organ orang dewasa, organ anak-anak yang masih lemah lebih rentan mengalami kerusakan, apalagi bila paparan tersebut terjadi dalam rentang waktu yang lama.

Karena itu ia menyarankan bila setelah menghirup bahan bakar atau zat memabukkan lainnya mengalami efek samping iritasi mata, mual, hingga kehilangan kesadaran, korban harus segera mendapatkan bantuan medis dengan dibawa ke rumah sakit atau klinik. Terkait efek kanker akibat menghirup bau bahan bakar yang juga ditanyakan pada wawancara tersebut, Marlyn tidak setuju.

Ia menjelaskan tidak pernah menemukan literature tentang itu, atau menghirup bahan kabar tidak sampai menimbulkan penyakit kanker, namun gangguan saluran cerna.

Dampak kebiasaan “mabuk bensin”

Dari berbagai informasi medis yang tersebar di internet, secara sengaja mencium aroma bahan bakar untuk mendapatkan efek mabuk akan berpengaruh pada organ-organ penting dan memicu penyakit degenerative. Tentu saja masalah ini akan muncul setelah kebiasaan tersebut berlangsung lama. Beragam gangguan kesehatan yang beresiko terjadi adalah, gangguan mood (cepat marah), gangguan koordinasi, insomnia, halusinasi, tremor, hilang ingatan, dan lain-lain.

 

 

Reporter Online untuk situs PasBar Online, sangat menyukai renang, dan memiliki passion dibidang teknologi informasi. Saat ini menulis untuk berita, teknologi, wisata, bisnis, kuliner serta sosial dan budaya.
×
Reporter Online untuk situs PasBar Online, sangat menyukai renang, dan memiliki passion dibidang teknologi informasi. Saat ini menulis untuk berita, teknologi, wisata, bisnis, kuliner serta sosial dan budaya.
Latest Posts
  • Lidah Kucing
  • Kabupaten Layak Anak Pasaman Barat
  • Cristiano Ronaldo dan Jose Mourinho
  • penggangu kinerja ginjal

Comment here