Berita

Jokowi Sarankan Meliana Ajukan Banding Karena Tak Bisa Intervensi Hukum

Jokowi-Sarankan-Meliana-Ajukan-Banding
Jokowi-Sarankan-Meliana-Ajukan-Banding

Media sosial digegerkan dengan adanya berita seorang wanita didakwa 18 bulan penjara karena ia mengkritik suara adzan yang dinilainya terlalu keras. Kabar ini sampai ke telinga Presiden Jokowi. Ia mengatakan bahwa ia menghormati putusan dari Pengadilan Negeri Medan pada Meiliana. Ia divonis 1,5 tahun penjara dikarenakan terbukti melakukan penodaan agama. Menurut Presiden Jokowi, apabila tak sepakat dengan keputusan tersebut, maka ia menyarankan Meiliana menempuh jalur hukum lanjutan.

Jokowi Sarankan Meliana Ajukan Banding

“Ya itu kan ada proses bandingnya,” ungkap Jokowi yang ditemui hari Jumat (24/8) di Jakarta setelah menemui pengurus Konterensi Waligereja Indonesia (KWI).

Melalui Ranto Sibarani, kuasa hukumnya, Meiliana sudah mengatakan bahwa ia akan menempuh jalur hukum banding atas putusan pengadilan itu.

Jokowi pun menambahkan bahwa sebagai kepala negara, ia sendiri juga tidak kebal hukum atau bahkan dirinya juga tak bisa melakukan intervensi. Hal ini karena ia pun divonis melawan hukum dalam pekara gugatan kebakaran hutan dan juga lahan oleh Pengadilan Tinggi Palangkaraya. “Saya tak bisa mengintervensi hal yang pasalnya berkaitan dengan wilayah hukum pengadilan. Saya sendiri juga baru digetok pengadilan Palangkaraya bersalah dikarenakan urusan kebakaran,” ungkapnya sambil tertawa.

Jokowi sendiri dinyatakan bertanggung jawab karena dinilai ia melawan hukum kasus kebakaran hutan dan juga lahan. Putusan itu dijatuhkan oleh Pengadilan Tinggi Palangkaraya.

Dalam perkaranya, tergugat yang lainnya adalah Mentan Amran Sulaiman, Menteri LHK Siti Nurbaya, Menkes Nila F Moeleok, Gubernur Kalteng Sugianto Sabran, Menteri ATR Sofyan Djalil, dan juga DPRD Kalimantan Tengah. Kemudian semuanya sekarang bersiap untuk mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA).

Imparsial Nilai Meiliana Mengritik Bukan Menghina Agama

Sementara itu tanggapan soal kasus yang menimpa Meiliana ini juga dikomentari oleh Ghufron Mabruri, Wakil Direktur Imparsial. Ia menilai bahwa kasus penodaan agama yang dituduhkan pada Meiliana itu karena mengeluhkan volume pengeras suara masjid yang semestinya tidak dianggap sebagai penodaan agama.

Ia mengatakan bahwa seharusnya itu dianggap wajar karena sebagai bentuk kritik sosial. “Menurut saya, protes Meiliana tentang tingginya volume pengeras suara bentuk kritik sosial, mengingat ia kan hanya mengeluhkan volume pengeras suaranya. Saya kira ini wajar saja ya, karena kaitannya dengan domain publik,” ungkap Ghufron hari Kamis (23/8) kemarin.

Ia menambahkan bahwa apa yang dilakukan oleh Meiliana ini bukan lah aksi penodaan agama tertentu. Ia menganggap Meiliana tak menyinggung subtansi atau pun kandungan makna yang terdapat pada lafal adzan. Ia bahkan mengatakan bahwa tak ada dalil yang jelas untuk menegaskan protes dari Meiliana ini termasuk bagian dari penodaan agama. Ia menganggap kelompok mayoritas lah yang membuat kasus Meiliana makin panas.

Reporter Online untuk situs PasBar Online, sangat menyukai renang, dan memiliki passion dibidang teknologi informasi. Saat ini menulis untuk berita, teknologi, wisata, bisnis, kuliner serta sosial dan budaya.
×
Reporter Online untuk situs PasBar Online, sangat menyukai renang, dan memiliki passion dibidang teknologi informasi. Saat ini menulis untuk berita, teknologi, wisata, bisnis, kuliner serta sosial dan budaya.
Latest Posts
  • Mengenal-Olahraga-untuk-Anak-ADHD
  • Manfaat-Training-Memanah-Bagi-Anak
  • Training-untuk-Penderita-Autis
  • Fitness-Untuk-Para-Manula

Comment here