Berita

Kabupaten Padang Pariaman Tetapkan Perda LP2B Untuk Melindungi Sawah dan Kegiatan Pertanian Warga

Peraturan daerah mengenai LP2B atau Lahan Pertanian dan Pangan Berkelanjutan telah ditetapkan dan dibuat di wilayah Kabupaten Padang Pariaman dimana harapannya perda tersebut mampu melindungi seluruh kegiatan yang berkaitan dengan pertanian termasuk sawah yang ada di dalam kabupaten ini. Ali Mukhni sebagai Bupati Padang Pariaman mengatakan jika sekarang pemerintah telah membuat perda LP2B ini dengan tujuan untuk melindungi sawah atau ladang milik penduduk.

Kabupaten Padang Pariaman Tetapkan Perda LP2B Untuk Melindungi Sawah
Kabupaten Padang Pariaman Tetapkan Perda LP2B Untuk Melindungi Sawah

Targetkan Tanam Padi Cepat di Bawah Lindungan Perda LP2B Untuk Wilayah Kabupaten Padang Pariaman

Terlebih lagi, perda yang dibuat ini juga telah disinkronisasikan langsung dengan pihak RT dan RW yang terdapat di wilayah Kabupaten Padang Pariaman. Di dalam acara bertajuk Gerakan Tanam Padi yang dilakukan di kelompok Rawang Lokan di wilayah Nagari Punggung Kasiak di Kecamatan Lubuk Alung selasa dua hari yang lalu, bapak Bupati telah menyampaikan hal ini secara langsung sembari menanam padi langsung dengan bapak Irwan Prayitno selaku Gubernur Sumatera Barat.

Beliau mengatakan jika wilayah Padang Pariaman ini memiliki luas sawah yang dapat ditanami oleh padi sekitar 62.303 hektar. Sementara luas wilayah untuk panen padinya mencapai 61.708 hektar. Sementara itu, wilayah Padang Pariaman sendiri dapat memproduksi padi dengan berat mencapai 293.360 ton atau nominal berat ini setara dengan berat beras 159.334.11 ton. Ini artinya jumlah beras mengalami surplus sebanyak 128.083,34 ton. Beliau pun juga mengatakan bahwa kelompok tani yang tinggal di wilayah ini adalah sekitar 1.200 kelompok.

Sementara hand traktor atau alsintan begitu alat ini biasa disebut dengan roda dua terdapat sekitar 1179 unit. Namun sawah yang terdapat di wilayah Padang pariaman ini umumnya menggunakan Irigasi Teknis Anai 1 dan 2 dengan ketentuan Anai 1 mampu untuk mengaliri sawah setidaknya 8000 hektar dan Anai 2 bisa memberikan aliran irigasi dengan luas mencapai 5000 hektar. Seperti yang dirilis di dalam website resmi milik Padang Pariaman, wilayah itu saat ini telah menciptakan varietas yang unggul lokal papanai dan semua sertifikat ini telah disertifikasi langsung oleh pihak Kementerian Pertanian RI di tahun 2019 silam.

Di kesempatan yang bersamaan, bapak Gubernur pun juga sangat berharap jika wilayah kabupaten Padang Pariaman jauh lebih menggunakan berbagai lahan dan juga bibit lebih maksimal. Dalam setahun terdapat 2 kali masa panen namun Gubernur sangat berharap jika warganya bisa meningkatkan jumlah panen sehingga bisa tiga kali setahun atau lebih. Intinya beliau tidak mau terdapat lahan kosong yang ditinggalkan di dalamnya dan lahan itulah dapat digunakan untuk pertanian supaya dapat mencapai proses panen dengan cepat dan jangan membiatkannya menganggu begitu lama.

Reporter Online untuk situs PasBar Online, sangat menyukai renang, dan memiliki passion dibidang teknologi informasi. Saat ini menulis untuk berita, teknologi, wisata, bisnis, kuliner serta sosial dan budaya.
×
Reporter Online untuk situs PasBar Online, sangat menyukai renang, dan memiliki passion dibidang teknologi informasi. Saat ini menulis untuk berita, teknologi, wisata, bisnis, kuliner serta sosial dan budaya.
Latest Posts
  • Gerakan 3T dan Obat Sakit Maag Alami sebagai Upaya Mencegah Maag
  • Manfaat Buah Naga untuk Kecantikan dan Kesehatan Kulit
  • Obat Sakit Maag Terbaik dan Mengapa Maag Tak Boleh Diremehkan
  • Manfaat Buah Naga bagi Kesehatan dan Aktifitas Sehari-hari

Comment here