Info

Kasus Kesalahan Informasi Yang Berakibat Fatal

Kasus-Kesalahan-Informasi-Yang-Berakibat-Fatal
Kasus-Kesalahan-Informasi-Yang-Berakibat-Fatal

Sebagai makhluk social manusia mempunyai naluri dasar untuk berkumpul dan berinteraksi dengan sesamanya serta berkomunikasi untuk saling bertukar informasi. Aktivitas ini sangat penting dalam keseharian kita dimana kita membutuhkan untuk berhubungan dengan orang lain serta mengetahui apa yang terjadi kepada orang-orang yang kita kenal  serta peristiwa yag terjadi di sekitar. Berkomunikasi seharusnya membawa dampak yang positif karena dengannya kita dapat saling memahami serta mencapai kesepakatan dalam berbagai hal. Meskipun demikian tak semua orang mampu atau menguasai  cara berkomunikasi dengan baik sehingga memicu hal-hal yang tak diinginkan, contohnya kasus-kasus fatal berikut ini.

Kesalahan menerima informasi yang berakibat fatal

Siapa sangka kesalahan berkomunikasi hingga menimbulkan kesalahpahaman berikut ini membawa akibat yang cukup fatal.

Kecelakaan  pada kualifikasi GP Belgia di tahun 1982

Giles Villeneuve, pembalap F1 tewas pada kualifikasi GP Belgia di tahun 1982 setelah salah paham dengan Jochen Mass yang mengendarai mobil pada jalur kiri. Saat itu Mass mempersilakan Villeneuve bergerak ke arah kanan karena mengira pembalap asal Prancis itu hendak mencatat waktu. Sementara Villeneuve berniat mendahului Mass, sehingga langsung membelokkan mobilnya ke kanan. Tabrakan parah tak terhindarkan hingga Velleneuve mengalami patah leher dan dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit St. Raphael University.

Kecelakaan pesawat Tenerife North Airport

System komunikasi yang begitu canggih di bandara ternyata juga tak mampu menghindarkan kesalahan informasi hingga mengakibatkan tabrakan pesawat di atas langit India. Kedua pesawat naas tersebut adalah  Arabian Airlines tujuan New Delhi – Dhahran, dengan pesawat kargo Ilyusin il-76 milik  Kazakhstan. Tabrakan tersebut terjadi karena kesalahpahaman antara copilot pesawat kargo dengan petugas komunikasi airport pesawat kargo tentang ketinggian terbang pesawat.

Pesawat kargo tak mematuhi instruksi untuk tetap bertahan pada level ketinggian 150 tapi turun ke level 140, padahal pada jalur tersebut ada pesawat Arabian Airlines. Konon salah satu pemicu kejadian tersebut adalah kekurangcakapan kru dalam berbahasa Inggris. Ratusan penumpang dan awak pesawat menjadi korban dalam musibah yang tercatat sebagai paling tragis dalam sejarah kecelakaan pesawat tersebut.

Bom atom di Jepang

Faktanya keputusan untuk menjatuhkan bom atom di Hiroshima Jepang terjadi karena kesalahan Amerika Serikat dalam menerjemahkan kata “mokusatsu”. Setelah mendapat ancaman dari AS untuk menyerah,  Jepang merespon dengan menggunakan kata tersebut dan AS menerjemahkannya sebagai “no comment”. Jenderal  McArthur menangkap  informasi tersebut  sebagai bentuk pembangkangan Jepang dan melapor kepada Presiden Truman yang langsung memutuskan untuk menjatuhkan bom.  Padahal sebenarnya Jepang hendak menyatakan “kami akan menuruti ultimatum AS”.

Kesalahpahaman bawahan Napoleon Bonaparte

Di tahun1799, saat tengah memerangi Turki untuk merebut kawasan Jaffa, pasukan  Prancis berhasil menawan 1200 orang tentara Turki. Pada saat itu Napoleon Bonaparte terserang flu dan batuk yang parah. Saat sedang berkeliling untuk memeriksa pasukannya, batuk tersebut menyerang dan dirinya mengatakan “ma sacre toux” atau “batuk sial”. Ajudan yang mendampinginya  mengira Bonaparte mengatakan “massacrez toux” yang artinya “bunuh semua”. Dirinya pun bereaksi dan membantai seluruh tawanan hanya dipicu kesalahpahaman yang remeh.

Tewas saat bungee jumping

Kesalahpahaman karena keliru menerima informasi yang satu ini terjadi di tahun  2015 di Spanyol. Seorang turis remaja asal Belanda tewas mengenaskan setelah jatuh di lokasi bungee jumping Cantrabia. Hal ini disebabkan pelafalan Bahasa Inggris yang buruk dari si Instruktur. Pada saat itu Vera Mole tengah bersiap untuk terjun dan secara tiba-tiba instrukturnya mengatakan “no jump”.

Mole pun langsung melompat dan tubuhnya terjun bebas hingga terhempas di kaki jembatan Cabezon de la Sal. Pasalnya saat itu ia salah mengerti dan mengira instruktur mengatakan “now jump”.  Masyarakat menyayangkan peristiwa tersebut, dan mengatakan seharusnya si Instruktur menggunakan kalimat “don’t jump” untuk menghindari kesalahan informasi.

Reporter Online untuk situs PasBar Online, sangat menyukai renang, dan memiliki passion dibidang teknologi informasi. Saat ini menulis untuk berita, teknologi, wisata, bisnis, kuliner serta sosial dan budaya.
×
Reporter Online untuk situs PasBar Online, sangat menyukai renang, dan memiliki passion dibidang teknologi informasi. Saat ini menulis untuk berita, teknologi, wisata, bisnis, kuliner serta sosial dan budaya.
Latest Posts
  • Daftar-Bisnis-Yang-Viral-Saat-Ini
  • Menanamkan-Motivation-Untuk-Meraih-Kesuksesan
  • Pegal-dan-Nyeri-Setelah-Fitness,-Wajar-Atau-Tidak
  • Bolehkan-Olahraga-Saat-Sakit

Comments (1)

  1. […] menyebarkan informasi  kepada banyak orang yang berada di sekitar, misalnya para tetangga satu desa, orang-orang zaman […]

Comment here