Marketing

Kesalahan Umum Agen Marketing Properti Indonesia saat Promosi

marketing-properti-Indonesia
marketing-properti-Indonesia

Melihat kepopuleran bisnis properti Indonesia, tidak mengherankan jika banyak iklan properti yang ditawarkan di berbagai media. Agen properti pun ramai memajang produk properti yang banyak diminati seperti rumah, apartemen dan ruko. Akan tetapi, lahan marketing properti Indonesia yang ramai juga memancing banyak persaingan, sehingga tiap agen harus pandai-pandai berpromosi. Sayangnya, ada saja agen yang melakukan kesalahan umum dalam pemasaran properti sehingga tak berhasil menggaet banyak investor dan pembeli potensial. Akhirnya, agen tersebut kalah saing dengan agen properti lain dan bahkan turun reputasinya di mata peminat properti.

Hal ini bisa jadi karena agen yang bersangkutan berpendapat bahwa aspek pemasaran yang mendetail kurang penting, asalkan produk properti yang dijual termasuk laris. Hal ini keliru, karena pemasaran yang baik akan mendukung kesuksesan agen properti tersebut.

Marketing Properti Indonesia: Yang Harus Dihindari

Berikut beberapa hal yang sebaiknya dihindari agen properti saat melakukan aktifitas pemasaran:

  • Tidak menggunakan bahasa marketing yang baik. Hal ini bukan hanya soal pemilihan kata-kata yang menjual; banyak agen properti yang membuat konsep iklan dengan kalimat berantakan, membingungkan dan bahkan salah eja (jika memakai bahasa Inggris). Selain itu, kata-kata dengan makna berlapis seperti ‘rumah dijual cepat’ biasanya akan membuat pembeli bertanya-tanya apa sebabnya rumah tersebut hendak dilepas cepat-cepat.
  • Menggunakan foto berkualitas buruk atau bahkan tanpa foto. Aspek visual sangat penting dalam dunia marketing properti Indonesia; jika Anda meluangkan waktu untuk mengambl foto berkualitas, Anda akan terkejut melihat respon positif dari calon pembeli properti yang jadi tertarik dengan produk properti tersebut.
  • Tidak ada penggambaran lingkungan sekitar properti. Banyak pembeli properti yang kecewa setelah melihat atau membeli tanah, rumah atau ruko karena mereka tidak mengetahui seperti apa lingkungan sekitarnya. Misalnya, apakah lingkungan sekitar properti tersebut rawan? Terlalu ramai dan bising? Terlalu sepi, atau kurang baik bagi anak-anak? Atau mungkin, apakah ada fasilitas seperti pabrik yang akan membawa dampak kurang baik seperti polusi bau bagi pemilik properti?
  • Tidak ada penggambaran kelebihan properti tersebut. Ingat, pembeli properti ingin pembelian mereka menguntungkan; jika properti yang ditawarkan tidak menawarkan sesuatu yang baru, maka kemungkinannya kecil untuk diminati. Kelebihan yang bisa dicantumkan misalnya: bangunan sudah direnovasi (sebutkan juga bagian apa yang direnovasi), elemen ramah lingkungan (bisa menambah nilai properti), lokasi strategis, posisi rumah memungkinkan untuk mendapat banyak cahaya matahari, dan sebagainya.

Promosi dengan cara yang tepat sangat penting dalam marketing properti Indonesia, terutama dengan makin maraknya suasana persaingan penjualan properti akibat meningkatnya iklim dan minat terhadap bentuk investasi ini. Pastikan menggunakan semua metode ini untuk meningkatkan pembelian produk properti yang ditawarkan.

Reporter Online untuk situs PasBar Online, sangat menyukai renang, dan memiliki passion dibidang teknologi informasi. Saat ini menulis untuk berita, teknologi, wisata, bisnis, kuliner serta sosial dan budaya.
×
Reporter Online untuk situs PasBar Online, sangat menyukai renang, dan memiliki passion dibidang teknologi informasi. Saat ini menulis untuk berita, teknologi, wisata, bisnis, kuliner serta sosial dan budaya.
Latest Posts
  • Mengenal-Olahraga-untuk-Anak-ADHD
  • Manfaat-Training-Memanah-Bagi-Anak
  • Training-untuk-Penderita-Autis
  • Fitness-Untuk-Para-Manula

Comment here