Kuliner

Kuliner Unik dari Tuban

Kuliner-Unik-dari-Tuban
Kuliner-Unik-dari-Tuban

Saat liburan ke suatu tempat di dalam atau pun di luar negeri yang tak boleh terlewatkan pastinya adalah wisata kuliner. Tapi bagaimana bila hidangan khas di tujuan wisata Anda bukanlah makanan pada umumnya karena terbuat dari tanah liat. Hidangan unik ini benar-benar ada, tepatnya di kota Tuban Jawa Timur dan masyarakat setempat menyebutnya sebagai ampo. Ampo umum dkonsumsi sebagai snack dan dipercaya sejak bertahun-tahun lalu sebagai obat untuk memperkuat pencernakan.

Membuat ampo, kuliner unik dari tanah liat

Untuk membuat ampo bahan-bahan yang diperlukan tidaklah terlalu banyak atau rumit, tapi cukup tanah liat atau lempung yang bersih dan tidak mengandung kerikil. Sebelum mulai dikonsumsi tanah liat harus ditumbuk hingga lembut dengan alat semacam palu besar sambil ditambahkan air sedikit-sedikit sebagaimana membuat adonan roti. Tanah liat lalu dipadatkan hingga berbentuk kubus bila sudah kalis, tandanya adonan tidak lengket di tangan Anda.

Kalau tanah liat sudah kalis dan padat, kuliner  ampo siap dibuat dengan cara dikikis menggunakan sepotong kayu pipih hingga berbentuk stick panjang seperti wafer coklat. Proses tersebut dilakukan terus-menerus hingga seluruh adonan ampo habis. Proses pemasakan hidangan ini dilakukan dengan cara diasapi sebagaimana mengasapi ikan menggunakan tungku kayu bakar. Setelah beberapa waktu ampo siap disajikan biasanya dengan teh manis sebagai pendampingnya.  Bagi yang sudah pernah mencicipi konon  hidangan ini bertekstur renyah saat digigit dan dikunyah.

Nah, berminat mencoba snack tradisional yang unik ini? Dari stundi yang pernah dilakukan konon mengonsumsi tanah sesekali mempunyai dampak yang  positif bagi tubuh kita, yaitu mendinginkan perut, menyehatkan pencernaan, dan membuat tubuh lebih kebal terhadap serangan virus. Alasannya karena tanah liat ternyata mampu menyerap parasit dan unsur-unsur yang berbahaya bagi pencernaan dengan bertindak sebagai pelapis atau masker pada usus. Inilah sebabnya ampo dapat melindungi usus dari berbagai penyakit.

Untuk mendapatkan manfaat itu tentu tanah liat yang digunakan untuk mengolah kuliner ini harus steril, bebas kuman, dan bibit penyakit lainnya karena jika tidak akibatnya bisa lebih buruk. Anda bisa menjadi sakit gara-gara mengonsumsi tanah yang tercemar dengan telur atau larva parasit, cacing-cacing yang membahayakan kesehatan, hingga kotoran hewan.

Mengenal geophagy

Kebiasaan mengonsumsi tanah yang disebut dengan istilah geophagy ternyata mendapatkan perhatian khusus di kalangan dunia akademik. Dari riset yang pernah dilakukan ternyata memang kebiasaan ini membawa dampak positif terutama bagi wanita hamil serta anak-anak. Geophagy juga lebih sering dilakukan oleh masyarakat yang tinggal di kawasan tropis. Hingga saat ini sayangya belum ada penjelasan yang pasti mengapa orang bisa memiliki kebiasaan makan yang kurang lazim.

Salah satu teori mengatakan bahwa kondisi ini terjadi karena malnutrisi atau anemia yang kerap menyerang ibu hamil di masa lalu. Saat hal ini dapat diatasi dengan mineal dan suplemen, kebiasaan menyantap kuliner tanah ternyata tidak bisa dihilangkan walaupun tentu tak semua orang mau mengakuinya. Beberapa jenis primata serta mamalia juga mempunyai kebiasaan tapi diduga dipicu faktor mempertahankan hidup atau survival.

Alasan geophalagy lebih banyak dilakukan oleh anak-anak dan wanita hamil ternyata berhubungan dengan naluri untuk mempertahankan diri mengingat mereka lebih lemah dan rentan untuk terpapar infeksi. Saat jumlah pathogen dalam tubuh meningkat, wanita hamil bisa merasakan keinginan kuat untuk mengudap tanah. Selain membuat pencernaan lebih sehat dan meningkatkan daya tahan terhadap paparan penyakit, tanah liat juga meningkatkan penyerapan gizi yang bermanfaat bagi janin.

Reporter Online untuk situs PasBar Online, sangat menyukai renang, dan memiliki passion dibidang teknologi informasi. Saat ini menulis untuk berita, teknologi, wisata, bisnis, kuliner serta sosial dan budaya.
×
Reporter Online untuk situs PasBar Online, sangat menyukai renang, dan memiliki passion dibidang teknologi informasi. Saat ini menulis untuk berita, teknologi, wisata, bisnis, kuliner serta sosial dan budaya.
Latest Posts
  • Mengenal-Olahraga-untuk-Anak-ADHD
  • Manfaat-Training-Memanah-Bagi-Anak
  • Training-untuk-Penderita-Autis
  • Fitness-Untuk-Para-Manula

Comments (1)

  1. […] untuk menciptakan bahan baku kuliner unik  ini angsa-angsa harus mengalami penderitaan yang menyakitkan karena mereka dipaksa untuk […]

Comment here