Info

Mengapa Kasus Informasi Viral Ujaran Kebencian Terus Terulang

Kasus-kasus penyebarluasan ujaran kebencian yang semakin terjadi adalah gejala yang cukup banyak menarik perhatian masyarakat saat ini. Umumnya yang dimaksud dengan ujaran kebencian adalah penyebarluasan kalimat-kalimat bernada provokasi. Tak hanya dilakukan oleh masyarakat biasa, selebritis pun tak jarang tersandung kasus tersebut dengan membuat serta menyebarkan informasi viral  yang provokatif.

Walaupun sudah terjadi beberapa waktu yang lalu, ingatan orang tentu masih segar akan peristiwa ujaran kebencian yang dilontarkan oleh musisi Ahmad Dhani hingga diganjar 1.5 tahun penjara oleh pengadilan. Yang memicu terjadinya kasus-kasus demikian ini terutama karena politik bahkan sejak pilpres 2014 yang lalu dan semakin memanas menjelang pilpres 2019 yang baru saja berlangsung.

Kasus-Informasi-Viral-Ujaran-Kebencian-Terus-Terulang
Kasus-Informasi-Viral-Ujaran-Kebencian-Terus-Terulang

Ini  sebabnya penyebaran informasi viral ujaran kebencian terus terjadi

Terkait vonis yang dijatuhkan baik kepada Ahmad Dhani atau pelaku provokasi lainnya tentu merupakan wewenang pengadilan, tapi yang menjadi pertanyaan adalah mengapa hal-hal demikian ini terus berulang. Apakah setelah kasus-kasus yang terjadi dan melihat pelakunya mendapat sanksi atas perbuatannya tak membuat orang mendapat pelajaran dalam menggunakan media sosial?

Tak dapat dipungkiri keberadaan media social memang membawa banyak manfaat, terutama untuk menyebarluaskan informasi. Hal ini termasuk mengekspresikan perasaan melalui bahasa tulisan atau secara langsung dengan unggahan video agar diketahui publik. Tanah air kita memang mengakui kebebasan mengeluarkan pendapat, namun hal ini seharusnya tidak membuat orang jadi tidak mempunyai batasan dalam berpendapat.

Sebagaimana yang telah disinggung, Indonesia memberi jaminan kepada setiap warga negaranya untuk berkumpul dan berserikat, termasuk berpendapat, namun harus disadari, tetap dengan aturan yang berlaku. Bila melihat kasus-kasus yang sudah-sudah, ujaran kebencian kerap berupa ekspresi ketidaksukaan atau kekecewaan akan pribadi, organisasi, dan institusi namun dilakukan dengan cara yang kurang tepat, yaitu mempublikasikan informasi viral berisi provokasi.

Dapat dibilang orang yang cukup banyak menjadi sasaran ujaran kebencian yang biasanya sudah menjadi informasi viral adalah kepala negara kita, Presiden Joko Widodo. Padahal seharusnya kritik terhadap kepala negara dapat dilakukan dengan cara yang sopan menggunakan saluran-saluran resmi yang disediakan. Kritik yang sehat dan proporsional sesungguhnya memang dibutuhkan sebagai penyeimbang dalam system pemerintahan demokrasi dan agar pemerintah terbantu dalam evaluasi kinerjanya.

Niat tersebut sayangnya seringkali dilakukan dengan melanggar hukum yang membuat si pelaku justru berakhir di penjara. Harus disadari bahwa antara kritik dan ujaran kebencian adalah dua hal yang berbeda. Kritik adalah ekspresi ketidakpuasan yang disampaikan dengan elegan dan dibatasi oleh etika dan norma yang tentunya tak dapat dibilang melanggar hukum.

Kebebasan berekspresi memang layaknya pedang bermata dua, di sisi lain menguntungkan, namun bisa juga jadi boomerang, bila yang bersangkutan begitu bernafsu untuk mendemonstrasikan ketidaksukaannya hingga mengeluarkan pernyataan yang dirasa mengancam baik perorangan atau pun kelompok.

Mengetahui aturan hukum terkait informasi viral bernada kebencian

Pemerintah faktanya telah berusaha agar kasus-kasus ujaran provokatif yang disebarluaskan di ruang publik dengan media social ini tak terjadi lagi dengan menyiapkan UU ITE atau Informasi dan Transaksi Elektronik. Salah satunya adalah pada, Pasal 28 ayat 1 dan 2 yang isinya adalah:

  • Larangan untuk menyesatkan dan menyebarkan berita bohong
  • Menyebabkan kerugian dalam transaksi elektronik kepada konsumen
  • Larangan untuk menyebarkan informasi viral yang dapat memicu kebencian dan permusuhan antar perorangan hingga kelompok
  • Larangan penyebaran ujaran kebencian yang berhubungan dengan SARA

Reporter Online untuk situs PasBar Online, sangat menyukai renang, dan memiliki passion dibidang teknologi informasi. Saat ini menulis untuk berita, teknologi, wisata, bisnis, kuliner serta sosial dan budaya.
×
Reporter Online untuk situs PasBar Online, sangat menyukai renang, dan memiliki passion dibidang teknologi informasi. Saat ini menulis untuk berita, teknologi, wisata, bisnis, kuliner serta sosial dan budaya.
Latest Posts
  • Daftar-Bisnis-Yang-Viral-Saat-Ini
  • Menanamkan-Motivation-Untuk-Meraih-Kesuksesan
  • Pegal-dan-Nyeri-Setelah-Fitness,-Wajar-Atau-Tidak
  • Bolehkan-Olahraga-Saat-Sakit

Comment here