Kuliner

Mengenal Kuliner Unik dari Serangga

Banyak orang yang geli hingga takut kepada serangga, tapi faktanya semakin banyak pula yang menjadikan hewan tersebut sebagai salah satu bahan baku untuk membuat hidangan tertentu. Setiap orang mempunyai alasan sendiri-sendiri dalam mengonsumsi kuliner unik  tersebut, mulai dari untuk pengobatan atau memang sudah menjadi kebiasaan sejak kecil. Masyarakat Indonesia sendiri sudah lama mengenal serangga sebagai santapan, namun dahulu lebih kepada alasan keterbatasan dan ketiadaan sumber pangan yang lain terutama di masa-masa perang kemerdekaan.

Kuliner-Unik-dari-Serangga
Kuliner-Unik-dari-Serangga

Beberapa daerah yang masyarakatnya mempunyai kebiasaan makan serangga yang berlanjur hingga kini adalah Gunung Kidul Yogyakarta, Ciamis, beberapa kota di Jawa Timur, dan Papua. Masyarakat dari daerah-daerah tersebut mengolah beragam jenis serangga menjadi botok lebah, sate ulat sagu, peyek laron, jangkrik goreng, serta belalang goreng.

Manfaat mengonsumsi kuliner unik dari serangga

Siapa sangka mengonsumsi serangga ternyata mendatangkan berbagai manfaat bagi tubuh. Di beberapa negara di Eropa, serta Amerika serangga bahkan dihidangkan di restoran-restoran eksklusif dan berharga mahal tentunya. Bagi yang penasaran, inilah manfaat memakan serangga.

Bergizi tinggi

Serangga sangat direkomendasikan bagi yang sedang berdiet karena mengandung nutrisi yang tinggi namun rendah kalori. Konsumsi serangga yang kaya serat prebiotik akan membantu menyehatkan organ pencernaan, selain itu ada kandungan zat besi dan mangaan yang menunjang produksi sel darah merah dan menjaga kesehatan otak serta system syaraf. B12 yang terkandung dalam hewan ini juga baik untuk menambah energi serta memperkuat tulang.

Partisipasi dalam melestarikan lingkungan

Untuk siapa pun yang ingin berpartisipasi untuk melestarikan lingkungan, konsumsi kuliner unik ini bisa menjadi salah satu wujud nyatanya. Faktanya peternakan konvensional menyumbang emisi gas rumah kaca hingga 18%, sementara peternakan serangga hanya menyumbang seperseratusnya. Selain itu pakan yang dibutuhkan juga jauh lebih sedikit dibandingkan hewan ternak seperti unggas, sapi, babi, kambing, atau domba. Serangga juga mampu berkembangbiak dengan sangat cepat dalam waktu singkat.

Dapat dijadikan beragam kuliner unik

Anda dapat mengolah serangga menjadi berbagai macam kuliner, misalnya digoreng, dipanggang, hingga dijadikan toping untuk berbagai macam hidangan. Perusahaan bernama Ento Market yang berada di Amerika Serikat mengkhususkan diri menjual berbagai produk olahan serangga, seperti chips jangkrik, coklat jangkrik, dan tepung dari aneka serangga.

Kuliner unik olahan serangga asli Indonesia

Di Indonesia ada beragam hidangan yang dibuat dari bahan baku serangga seperti yang sudah disinggung sebelumnya. Inilah beberapa di antaranya.

  • Belalang goreng – Kuliner yang satu ini mudah ditemukan bahkan dijual di pinggir-pinggir jalan kawasan Gunung Kidul Yogyakarta. Banyak yang percaya bahwa kandungan gizi dalam serangga bersuara nyaring ini hampir sama dengan ayam.
  • Peyek laron – Laron banyak ditemukan menjelang musim hujan dan citarasanya cukup gurih, hampir sama dengan peyek teri ikan. Masyarakat di beberapa kabupaten di Jawa Timur hingga sekarang masih mengonsumsi hidangan yang satu ini.
  • Sate ulat sagu – Anda hanya dapat menemukan kuliner ini di Papua. Ulat sagu dapat disantap mentah-mentah atau dipanggang dulu sebelum dikonsumsi. Daging ulat sagu bertekstur lembut seperti kue moci. Masyarakat Papua kerap menyantapnya baik sebagai snack atau dijadikan lauk untuk makan sehari-hari.
  • Botok lebah – Untuk dijadikan botok, lebah akan diolah dengan beberapa jenis bumbu ditambah parutan kelapa kemudian dibungkus daun pisang dan dikukus sampai matang.
  • Kepompong pedas – Kepompong banyak ditemukan di bawah daun-daun jati yang sudah mengering. Setelah itu kepompong diolah dengan ulekan cabe dan bumbu-bumbu dan digoreng sampai matang. Yang membuat orang ketagihan akan hidangan ini adalah citarasanya yang gurih dan pedas. Tapi hati-hati, karena untuk yang tidak tahan kuliner unik ini bisa memicu gatal alergi.

Reporter Online untuk situs PasBar Online, sangat menyukai renang, dan memiliki passion dibidang teknologi informasi. Saat ini menulis untuk berita, teknologi, wisata, bisnis, kuliner serta sosial dan budaya.
×
Reporter Online untuk situs PasBar Online, sangat menyukai renang, dan memiliki passion dibidang teknologi informasi. Saat ini menulis untuk berita, teknologi, wisata, bisnis, kuliner serta sosial dan budaya.
Latest Posts
  • Manfaat-Training-Memanah-Bagi-Anak
  • Training-untuk-Penderita-Autis
  • Fitness-Untuk-Para-Manula
  • Mengenal-Metode-Hipnoterapi-Untuk-Menanamkan-Motivation

Comment here