Berita

Mengenal Sosok Perancang Lambang Garuda Pancasila

Seluruh rakyat Indonesia hari ini Hari ini Senin/01 Juni 2020 Lahir Pancasila. Seperti namanya, Pancasila terdiri dari lima sila dan dilambangkan dengan burung garuda. Nah, tahukah anda Lambang Garuda Pancasila itu rancangan siapa?  Burung Garuda Pancasila yang mewakili karakter, jiwa, identitas, dan jati diri bangsa Indonesia ternyata adalah hasil rancangan dari Sultan Hamid II. Namanya tidak sepopuler nama Soekarno atau M. Hatta, atau M. Yamin, bukan? Lalu, siapakah Sultan Hamid II?

Mengenal Sosok Perancang Lambang Garuda Pancasila
Mengenal Sosok Perancang Lambang Garuda Pancasila

Sultan Hamid II: Perancang Lambang Garuda Pancasila

Ternyata, nama Sultan Hamid II memiliki peran yang cukup besar dalam sejarah perjuangan bangsa ini. Namanya juga disebut dalam berbagai catatan sejarah, bukan hanya kontribusinya dalam merancang Lambang Garuda Pancasila. Sultan Hamid II biasanya disebut Syarif Abdul Hamid. Namun, nama lengkapnya adalah Syarif Abdul Hamid Al-Qadri, yang merupakan putra tertua dari Sultan Syarif Muhammad Al-Qadri. Seperti namanya, Sultan Hamid II adalah keturunan campuran Melayu dan Arab.

Syarif Abdul Hamid lahir di Pontianak, Kalimantan Barat,  pada Tanggal 12 Juli 1913. Ia menjadi Sultan Pontianak yang ke-7 pada usia 32 tahun (takni tanggal 29 Oktober 1975), menggantikan ayahnya yang gugur pada masa agresi Jepang.  Ayahnya sebenarnya meninggal pada Tahun 1944, dan kesultanan Pontianak dipegang sementara oleh Sultan Thaha, hingga Syarif Abdul Hamid resmi ditunjuk menggantikan ayahnya dengan gelar Sultan Hamid II.

Semasa kecilnya, ia menempuh pendidikan Europeesche Lagere School (ELS) di Sukabumi, Bandung, Yogyakarta, dan Pontianak. Ia juga sempat mengikuti pendidikan Akademi Militer di Breda, Belanda. Latar belakang pendidikan militer membawanya pada posisi tinggi di kesatuan tentara Hindia Belanda, yang saat itu masih jarang dicapai oleh warga pribumi.

Sepak Terjang Sultan Hamid II di Militer

Bahkan sebelum merancang Lambang Garuda Pancasila, Sultan Hamid II telah banyak berperan dalam perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia. Saat ayahnya masih hidup dan ketika terjadinya pengambilalihan dari Belanda ke Jepang, ia ditawan Jepang pada Tanggal 10 Maret 1942. Kemudian, ia bebas saat Jepang menyerah kepada sekutu. Kebebasannya diikuti dengan kenaikan pangkat di militer, menjadi kolonel.

Saat berlakunya Republik Indonesia Sementara (RIS) pada Tahun 1949, Sultan Hamid II sempat menjabat sebagai Wakil Daerah Istimewa Kalimantan Barat (DIKB). Ia juga selalu berpartisipasi aktif pada pertemuan-pertemuan besar, seperti perundingan Malino di Denpasar maupun Konferensi Meja Bundar (KMB) di Indonesia maupun Belanda. Pemerintah Federal berumur singkat karena banyaknya permasalahan dan perbedaan pandangan antara kelompok Unitaris dan Federalis. Saat itu, rakyat Indonesia juga menuntut untuk membentuk negara kesatuan.

Tahukah anda bahwa Sultan Hamid II adalah warga Indonesia pertama yang mendapatkan pangkat tertinggi dalam kemiliteran? Ia pernah menjabat sebagai Ajudant pada Buitenfgewone Dienst bij HN Koningin der Nederlanden, atau asisten Ratu Kerajaan Belanda.

Sejarah Merancang Lambang Garuda Pancasila

Proses perancangan Lambang Garuda Pancasila terjadi saat Sultan Hamid II menjawab sebagai Menteri Negara Zonder Portofolio. Ia ditugaskan oleh Presiden Sukarno merancang dan merumuskan lambang negara. Kemudian, ia membentuk tim tekis bernama  Panitia Lencana Negara pada tanggal 10 Januari 1950. Susunan panitia teknis tersebut terdiri dari:

  • Yamin sebagai ketua
  • Sultan Hamid II sebagai koordinator
  • Ki Hajar Dewantoro sebagai anggota
  • A. Pellaupessy sebagai anggota
  • Mohammad Natsir sebagai anggota, dan
  • M. Ngabehi Poerbatjaraka sebagai anggota

Panitia ini membuka sayembara dan memberi peluang bagi siapa saja untuk mengusulkan lambang negara. Kemudian, panitia menyeleksi dan memilih usulan tersebut untuk kemudian diajukan kepada Presiden. Bung Hatta dalam bukunya “Bung Hatta Menjawab” pernah menyatakan bahwa dua lambang negara terbaik pada waktu itu diusulkan oleh Sultan Hamid II dan M. Yakin. Pada tahapan selanjutnya, pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) akhirnya memilih karya Sultan Hamid II, dan jadilah Lambang Garuda Pancasila.

Reporter Online untuk situs PasBar Online, sangat menyukai renang, dan memiliki passion dibidang teknologi informasi. Saat ini menulis untuk berita, teknologi, wisata, bisnis, kuliner serta sosial dan budaya.
×
Reporter Online untuk situs PasBar Online, sangat menyukai renang, dan memiliki passion dibidang teknologi informasi. Saat ini menulis untuk berita, teknologi, wisata, bisnis, kuliner serta sosial dan budaya.
Latest Posts
  • Gerakan 3T dan Obat Sakit Maag Alami sebagai Upaya Mencegah Maag
  • Manfaat Buah Naga untuk Kecantikan dan Kesehatan Kulit
  • Obat Sakit Maag Terbaik dan Mengapa Maag Tak Boleh Diremehkan
  • Manfaat Buah Naga bagi Kesehatan dan Aktifitas Sehari-hari

Comment here