Bisnis

Orang Cerdas Juga Bisa Percaya Berita Hoax

Orang-Cerdas-Juga-Bisa-Percaya-Berita-Hoax
Orang-Cerdas-Juga-Bisa-Percaya-Berita-Hoax

Teknologi komunikasi yang semakin canggih di genggaman membuat kita lebih mudah mengakses berita tentang apa yang terjadi sehari-hari bahkan di seluruh penjuru dunia. Di media social bertebaran berbagai artikel, mulai dari tips praktis harian tentang kesehatan dan kecantikan, hingga isu-isu terkini yang berhubungan dengan politik dan cukup  hangat menjadi pembicaraan masyarakat Indonesia selama beberapa bulan terakhir ini. Susunan cerita serta tampilan yang rapi kerap membuat orang kesulitan mendeteksi konten-konten tersebut sebagai hoax atau bukan.

Mengapa orang cerdas percaya hoax?

Tak hanya mereka yang berasal dari kalangan masyarakat dengan pendidikan rendah, mereka yang mengenyam pendidikan tinggi serta orang-orang dengan IQ yang tinggi sekalipun ternyata sulit mengenali suatu berita sebagai cerita palsu. Kondisi ini membuat para ilmuan penasaran dan melakukan riset yang dikepalai oleh Sam Wineburg, seorang psikolog berpengalaman dari Universitas standford.

Survey yang dilakukan di Amerika ini menunjukkan bahwa hampir semua orang yang menjadi bagian dari masyarakat di negara tersebut lebih sering tidak mengindahkan pertanyaan-pertanyaan kritis terkait website yang mereka kunjungi di interet. Yang dimaksud seluruh bagian masyarakat ini mulai dari remaja, kaum milenial yang dianggap paling mengenal teknologi canggih, bahkan para akademisi yang umumnya mempunyai kecerdasan di atas rata-rata.

Pada studi yang lain ditemukan fakta bahwa pengguna internet lebih sering lebih dahulu membagikan suatu berita tanpa lebih dulu membaca dan menelaahnya. Penyebab lainnya adalah para pengguna internet aktif sangat tergantung dan percaya kepada mesin pencari. Akibatnya, di tahun 2016 lebih dari 25% masyarakat Amerika telah menyebarkan atau membagikan artikel hoax. Kondisi tersebut diketahui dari jejak pendapat yang digelar oleh Pew.

David Rand, seorang ilmuan bidang kognitif dari MIT menemukan dalam penelitiannya bahwa setiap orang rata-rata percaya cerita atau kabar hoax paling sedikit 20% sepanjang waktu.

Pengaruh negatif dari kondisi tersebut begitu besar, bagi masyarakat Amerika, kabar hoax sering digunakan oleh pihak-pihak tertentu untuk memanipulasi gelaran pemilu. Keadaan tersebut tentunya serupa dengan yang terjadi di tanah air. Clickbait, penyebaran hoax, sampai deep fakes dengan video-video yang tak berkaitan, atau diedit, serta bukan pada konteksnya menciptakan kekhawatiran di kalangan para ahli akan demokrasi di masa yang akan datang.

alah satu dampak paling serius yang terkait dengan penyebaran berita hoax di masa pemilu Amerika adalah saat salah satu akun Facebook mengunggah suatu konten provokatif yang mengandung unsur kampanye politik yang faktanya tak pernah ada. Kampanye yang tidak pernah diselenggarakan itu mengundang ribuan orang untuk memicu gelombang protes yang massif. Tujuan unggahan tersebut adalah untuk membenturkan antara kelompok sayap kiri dengan barisan nasionalis kulit putih. Akun tersebut langsung dibekukan oleh pihak Facebook setelah mengetahui penyalahgunaan itu.

Berita  hoax paling fenomenal yang dipercaya bertahun-tahun

Selain berdampak pada kehidupan bernegara, hoax juga berpengaruh pada keseharian masyarakat, misalnya tentang sikap anti vaksin, ancaman penularan virus AIDS pada produk makanan dan pembalut, hingga kasus penculikan anak yang membuat seorang pemuda tewas setelah dikeroyok karena dituduh penculik oleh massa yang terpapar hoax. Kondisi ini berpotensi semakin memburuk hingga dapat disamakan dengan krisis kesehatan masyarakat, sebagaimana yang dikatakan Alan Miller, founder News Litercay Project.

Beberapa berita hoax fenomenal yang mungkin sampai sekarang masih banyak dipercayai adalah:

  1. Wanita yang wajahnya berubah mengerikan setelah operasi plastik mirip Angelina Jolie. Padahal wanita itu adalah seorang make up artist serta menggunakan rekayasa teknologi untuk membuat fotonya menjadi seperti zombie.
  2. Hiu berenang di jalanan Houston, Texas pasca badai yang tentu saja merupakan gambar palsu.
  3. Ular kobra 6 kepala di India, yang sebenarnya juga dihasilkan dari rekayasa foto.

Reporter Online untuk situs PasBar Online, sangat menyukai renang, dan memiliki passion dibidang teknologi informasi. Saat ini menulis untuk berita, teknologi, wisata, bisnis, kuliner serta sosial dan budaya.
×
Reporter Online untuk situs PasBar Online, sangat menyukai renang, dan memiliki passion dibidang teknologi informasi. Saat ini menulis untuk berita, teknologi, wisata, bisnis, kuliner serta sosial dan budaya.
Latest Posts
  • Daftar-Bisnis-Yang-Viral-Saat-Ini
  • Menanamkan-Motivation-Untuk-Meraih-Kesuksesan
  • Pegal-dan-Nyeri-Setelah-Fitness,-Wajar-Atau-Tidak
  • Bolehkan-Olahraga-Saat-Sakit

Comments (1)

  1. […] 12 tahun mulai tahun 2016. Sayangnya tak sedikit orangtua yang melarang hal ini karena termakan berita viral  hoax di media sosial bahwa vaksin HPV dapat memicu menopause dini. Tentu saja hal ini tidak benar […]

Comment here