Berita

Pemkab Kepulauan Mentawai Tidak Tahu Warga Asing Tersangka Penganiayaan Tinggal di Pulau

Fakta baru akhirnya terkuak dari kasus penganiayaan anak di bawah umur yang dilakukan oleh warga negara Amerika dengan inisial E berusia 38 tahun itu di Kepulauan Mentawai. Fakta baru ini adalah pemerintahan setempat rupanya tidak pernah mengetahui bahwa selama ini wisawatan asing asal Amerika itu sudah menetap dan tinggal di suatu pulau tepat setelah kasus ini menjadi trending padahal lokasi yang menjadi tempat penganiayaan dari wisatawan asing ini ada di Pulau Sibigeu Desa Malakkopa, Kecamatan Pagai Selatan, Mentawai.

Tersangka Penganiayaan Tinggal di Pulau Kepulauan Mentawai
Tersangka Penganiayaan Tinggal di Pulau Kepulauan Mentawai

Jarak yang ditempuh untuk dapat kesana dari ibu kota yang terletak di wilayah Tuapejat ini sekitar 12 jam dengan mengendarai kapal. Kortanius Sabeleake sebagai Wakil Bupati Kepulauan Mentawai mengatakan bahwa mereka tahu jika terdapat warga asing dari Amerika ketika kejadian penganiayaan ini muncul namun masyarakat tidak melaporkan apapun. Namun masyarakat baru melapor jika terjadi masalah dan akhirnya pemerintah turun tangan membantu.

Kemudian Kortanius pun melanjutkan bahwa dirinya sangat terkejut ketika mengetahui bahwa warga asing dari Amerika ini rupanya sedang membangun sebuah resort di pulau tersebut padahal sampai sekarang tidak pernah ada resort sama sekali di Pulau Sibigeu ini. Beliau melanjutkan bahwa resort yang dia bangun sama sekali belum ada status pendaftarannya bahkan belum melapor dan baru akan memulai pembangunan sehingga pemerintah setempat sama sekali tidak tahu jika terdapat resort di tempat itu.

Lebih lanjut pemerintah pun mulai menyelidiki kasus ini dengan meminta bantuan langsung dari Dina Pariwisata. Tim yang ditunjuk kemudian melakukan penelitian dan survei untuk mencari tahu apa yang dilakukan oleh warga Amerika itu selama berada disana dan apakah dia memenuhi kewajiban yang diharuskan. Hal ini juga termasuk aset yang dimilikinya untuk mendirikan resort di pulau itu. Menurutnya jika yang dibangun itu adalah rumah kecil, maka semuanya akan menyesuaikan namun tetap diperlukan orang lokal untuk tahu kewajibannya.

Kortanius pun kemudian juga melanjutkan bahwa tidak ada tempat yang dibuka maupun kegiatan pariwisata yang dilakukan mengingat saat ini Indonesia sedang mengalami pandemi Covid-19. Hanya pondok kecil yang dibuka tahun lalu di wilayah pulau Sibigeu ini dan sekarang mereka masih belum mengetahui apapun karena tidak ada laporan  yang sampai ke tangan mereka. Resort dengan skala besar masih belum ada disana dan jikalau ada pengunjung, maka biasanya mereka akan menginap di kapal atau pondok kecil.

Sebelumnya, warga asing ini telah menjadi tersangka kasus penganiayaan yang diketahui pada tanggal 30 Juni dan akhirnya dilaporkan langsung kasusnya pada Polsek Sikakap. Penyebabnya karena korban berinisial DCS berusia 15 tahun mendapatkan tuduhan sudah membunuh anjing milik warga asing itu padahal menurut warga setempat, anjing itu mati karena terlibat perkelahian dengan anjing lain dan bukan dibunuh oleh korban. Korban melihat anjing terkapar di pinggir pantai dan hendak memberitahu berita ini.

Namun rupanya warga asing itu justru menuduhnya sebagai pembunuh dan akhirnya harus menerima tindakan kekerasan dari tersangka. Korban pun mengalami sejumlah luka akibat dipukul dan dianiaya beberapa kali.

 

 

 

Reporter Online untuk situs PasBar Online, sangat menyukai renang, dan memiliki passion dibidang teknologi informasi. Saat ini menulis untuk berita, teknologi, wisata, bisnis, kuliner serta sosial dan budaya.
×
Reporter Online untuk situs PasBar Online, sangat menyukai renang, dan memiliki passion dibidang teknologi informasi. Saat ini menulis untuk berita, teknologi, wisata, bisnis, kuliner serta sosial dan budaya.
Latest Posts
  • Masyarakat Sumbar Diajak Gubernur Untuk Dukung Konversi Bank Nagari Menjadi Bank Umum Syariah
  • Diet Mayo Clinic sebagai Obat Sakit Maag Alami
  • Budget Hotel untuk Wisata Keluarga di Bandar Lampung
  • Makanan Obat Sakit Maag dan Yang Harus Dihindari

Comments (1)

  1. […] Pemkab Kepulauan Mentawai Tidak Tahu Warga Asing Tersangka Penganiayaan Tinggal … July 7, 2020 […]

Comment here