Berita

SMPN Negeri 6 Padang Panjang Ciptakan Aplikasi Belajar Tanpa Kuota yang Disebut “Rachel” Selama Masa Pandemi Covid-19

Di tengah-tengah proses belajar mengajar jarak jauh yang seringkali menghabiskan kuota internet bagi sebagian orang di tengah pandemi Covid-19, SMPN 6 Negeri Padang Panjang menciptakan sebuah aplikasi belajar yang tidak menggunakan kuota internet dan diberi nama “Rachel”. Kementerian Koordinator PMK atau Pembangunan Manusia dan Kebudayaan sangat tertarik dengan aplikasi belajar yang tidak akan membuang kuota internet ini.

SMPN 6 Negeri Padang Panjang Ciptakan Aplikasi Belajar Tanpa Kuota
SMPN 6 Negeri Padang Panjang Ciptakan Aplikasi Belajar Tanpa Kuota

Kenalkan “Rachel”, Aplikasi Belajar Ciptaan SMPN 6 Negeri Padang Panjang Tanpa Kuota Internet di Masa Pandemi Covid-19

Aplikasi belajar yang bernama “Rachel” ini diperkenalkan oleh Muji Sirwanto sebagai Kepala SMPN 6 tersebut dengan sistem virtual langsung kepada Bapak Agus Sartono sebagai Deputi Pendidikan dan Keagamaan Kementerian PMK hari Senin tanggal 27 Juli kemarin. Muji Sirwanto menjelaskan alasan mengapa mereka mengembangkan aplikasi ini di tengah pandemi Covid-19. Ini karena sekitar 80% murid SMPN 6 kebanyakan merupakan anak dari penduduk yang memiliki mata pencaharian sebagai buruh tani.

Dibandingkan dengan menggunakan paket internet untuk kuota, yang lebih mereka butuhkan adalah adalah bahan pokok makanan untuk hidup sehari-hari. Seperti yang dirilis oleh Diskominfo Padang Panjang, Muji menjelaskan bahwa tim mereka sangat berusaha untuk dapat membuat dan menciptakan sesuatu yang bisa memudahkan siswa untuk menerima pembelajaran di tengah pandemi Corona ini. Beliau juga mengatakan bahwa aplikasi yang bernama “Rachel” ini telah dikembangkan dengan menggunakan beberapa penunjang.

Rachel dibuat menggunakan SD Card 128 GB, adaptor dan Raspberry termasuk beberapa faktor pendukung yang lainnya. Aplikasi ini juga mampu untuk menampung banyak sekali tugas ataupun juga bahan untuk pembelajaran baik itu berupa buku elektronik maupun video modul. Siswa hanya cukup mengunduh dengan cara mendekati lokasi-lokasi untuk dapat mengakses aplikasi ini sekali dalam seminggu. Ketika diakses, maka pelajaran pun akan diupdate. Posisi dari lokasi aplikasi ini memang sengaja diletakkan pada daerah dimana kebanyakan siswa SMPN 6 tinggal.

Diperlukan dana sekitar Rp 4 juta untuk membuat 1 aplikasi Rachel ini dan totalnya adalah Rp 24 juta. Agus Sartono sebagai Deputi Pendidikan dan Keagamaan Kementerian PMK mempertanyakan sumber dari biaya untuk mengembangkan aplikasi ini dan Muji menjelaskan bahwa asal dana itu adalah dari kantong pribadinya sendiri ditambah dengan bantuan para donatur. Presentasi untuk pengenalan aplikasi ini dilakukan ketika mengadakan rapat koordinasi online bertemakan “Inovasi Pembelajaran Jarak Jauh di Masa Pandemi Covid-19”.

Berbagai macam sekolah dari tingkatan SMP dan SMA di seluruh Indonesia mengikutinya dan sebelumnya aplikasi ini juga sempat menjadi perbincangan di dunia maya menurut Diskominfo Padang Panjang dan mencuri perhatian banyak pihak.

Reporter Online untuk situs PasBar Online, sangat menyukai renang, dan memiliki passion dibidang teknologi informasi. Saat ini menulis untuk berita, teknologi, wisata, bisnis, kuliner serta sosial dan budaya.
×
Reporter Online untuk situs PasBar Online, sangat menyukai renang, dan memiliki passion dibidang teknologi informasi. Saat ini menulis untuk berita, teknologi, wisata, bisnis, kuliner serta sosial dan budaya.
Latest Posts
  • Gerakan 3T dan Obat Sakit Maag Alami sebagai Upaya Mencegah Maag
  • Manfaat Buah Naga untuk Kecantikan dan Kesehatan Kulit
  • Obat Sakit Maag Terbaik dan Mengapa Maag Tak Boleh Diremehkan
  • Manfaat Buah Naga bagi Kesehatan dan Aktifitas Sehari-hari

Comment here