Berita

Babak Baru, Tersangka Baru pada Kasus Suap PLTU Riau-1

Tersangka-Baru-pada-Kasus-Suap-PLTU-Riau-1
Tersangka-Baru-pada-Kasus-Suap-PLTU-Riau-1

Agus Raharjo, selaku Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak menyanggah adanya tersangka baru dalam dugaan kasus suap proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Riau-1. Ia menyebutkan bahwa informasi penetapan tersangka baru bak dilakukan melalui pengumuman resmi.

Tersangka Baru Kasus Suap PLTU Riau-1

“Informasi ada atau tidaknya tersangka baru pada sebuah perkara, baru dapat dipastikan kalau telah diumumkan secara resmi. Ditunggu saja dulu, ya,” ungkapnya ketik dikonfirmasi lewat pesan singkat pada hari Jumat (24/5).

Agus pun menjawab diplomatis ketika disinggung adanya tersangka baru dalam kasus ini adalah Menteri Sosial, Idrus Marham. Ia cuma mengatakan bahwasanya pihaknya bekerja cermat dan juga sangat berhati-hati dalam menangani sebuah perkara. “Ada atau tidak perkembangan penyidikan atau pun penuntutan amat bergantung pada kecukupan bukti-bukti,” lanjutnya lagi.

Sebelumnya, Idrus sendiri tak mau menjawab ketika dirinya disinggung soal kasus dugaan suap proyek pembangunan PLTU Riau-1 setelah dirinya bertemu dengan Presiden Jokowi tepatnya di Istana Merdeka, sebelum salat Jumat. Pasalnya ia sangat irit bicara ketika dirinya dikonfirmasi tentang dirinya bakal mundur atau tidak karena dirinya diduga terlibat kasus proyek PLTU Riau-1 yang  nilainya US $900.

“Nanti ya, nantinya bakal tak jelasin,” ungkap Idrus tepatnya di Istana Merdeka sembari berusaha berjalan untuk menghindari wartawan pada pintu keamanan.

Nama Idrus Marham Santer diberitakan

Nama Menteri Sosial Idrus Marham sendiri sudah sejak awal santer dikabarkan terlibat dalam kasus suap proyek PLTU Riau-1. Namun mantan Sekjen Partai Golkar tersebut juga diduga terlibat dalam tiap pertemuan yang mana dilakukan oleh Direktur Utama PT PLN Sofyan Basir, Kotjo dan Eni Saragih.

Sebelumnya Idrus sudah diperiksa tiga kali oleh para penyidik KPK. Idrus pertama kali diperiksa oleh KPK pada tanggal 19 Juli yang lalu. Ia diminta ketika menjabat sebagai Sekjen Golkar yang ada di bawah kepemimpinan Setya Novanto. Ia pun saat itu mengakui bahwa dirinya mengenal Eni dan juga Kotjo sejak lama.

Pemeriksaan yang kedua tanggal 26 Juli. Setelah dirinya diperiksa, ia pasalnya membantah bahwa kedatangan Eni ke rumah dinasnya pada tanggal 13 Juli itu dengan tujuan untuk mengantarkan uang sebanyak Rp. 500 juta. Uang tersebut disebut-sebut berasal dari Kotjo kewat stafnya Tahta Maharaya.

Terakhir ia diperiksa pada 15 Agustus lalu. Akan tetapi setelah menjalani pemeriksaan, ja enggan menjelaskan materi pemeriksaan. Dirinya mengakui telah menjelaskan semuanya pada penyidik KPK.

Dan sekarang ia menyatakan mundur dari jabatannya sebagai Menteri Sosial dan Pengurus Partai Golkar. Hal itu dilakukannya karena bentuk pertanggungjawaban dirinya supaya bisa fokus konsentrasi menghadapi kasusnya. Ia sudah mengatakan pada Presiden Jokowi dan pamit pada Jumat (24/8) siang hari ini.

 

Reporter Online untuk situs PasBar Online, sangat menyukai renang, dan memiliki passion dibidang teknologi informasi. Saat ini menulis untuk berita, teknologi, wisata, bisnis, kuliner serta sosial dan budaya.
×
Reporter Online untuk situs PasBar Online, sangat menyukai renang, dan memiliki passion dibidang teknologi informasi. Saat ini menulis untuk berita, teknologi, wisata, bisnis, kuliner serta sosial dan budaya.
Latest Posts
  • Training-untuk-Penderita-Autis
  • Fitness-Untuk-Para-Manula
  • Mengenal-Metode-Hipnoterapi-Untuk-Menanamkan-Motivation
  • 6 Teknik Menjalankan Bisnis Properti Menguntungkan Untuk Pemula

Comment here