Training

Training untuk Penderita Autis

Dibandingkan zaman dulu, jumlah anak-anak yang menderita autis atau autism faktanya mengalami peningkatan dari waktu ke waktu. Perlu diketahui bahwa autis merupakan kelainan pada perkembangan otak serta system syaraf, jadi bukanlah penyakit yang berkaitan dengan kejiwaan sebagaimana yang banyak diduga sebelumnya. Anak-anak dengan autism memang tak dapat disembuhkan hingga seumur hidup, namun bukan berarti mereka tak dapat beraktivitas sebagaimana anak-anak normal, termasuk dalam training  atau olahraga.

Training-untuk-Penderita-Autis
Training-untuk-Penderita-Autis

Autis biasanya ditandai dengan kesulitan berkomunikasi, berinteraksi dengan orang lain, serta sulit menempatkan diri dengan norma dan aturan umum dalam masyarakat. Selain itu penderita juga biasanya sulit mengekspresikan diri. Dibutuhkan terapi-terapi perilaku untuk membantu mereka menyesuaiakan diri dengan masyarakat dan lingkungan sekitarnya. Olahraga akan membantu mereka menjaga kesehatan serta kebugaran, sebagaimana anak-anak normal lainnya, tapi untuk anak-anak autis sebaiknya orangtua lebih jeli dalam memilihkan olahraga yang cocok.

Rekomendasi training penderita autis

Dibandingkan mengikuti perintah dalam bentuk verbal atau perkataan, penderita autis akan lebih mudah menirukan gerakan. Beberapa jenis olahraga ini disarankan untuk anak-anak istimewa ini.

Renang – Berlatih renang ternyata bisa menjadi bentuk terapi bagi penderita autis  karena saat beraktivitas fisik di dalam air tubuh akan memproduksi hormone endorphin yang membuat mereka merasa rileks, positif, dan bahagia. Dengan begitu emosi mereka pun lebih terkendali. Sementara dari segi fisik berenang dapat membantu membangun kekuatan otot, keseimbangan, dan kelenturan.

Berkuda – Hewan juga dapat dimanfaatkan sebagai terapi bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Training berkuda akan membantu meningkatkan kemampuan sensorik, motorik, bahkan emosionalnya. Dari riset yang pernah  digelar, penderita autis yang menjalani terapi ini terbukti lebih mampu mengontrol emosi serta mengurangi gejala hiperaktifnya. Selain itu kemampuan komunikasi serta sosialisasi mereka pun meningkat secara signifikan.

Yoga –  Mengikuti kelas yoga bagi penderita autis ternyata juga membawa dampak yang cukup positif terutama pada peningkatan pengendalian diri dan emosi serta kemampuan otak. Dengan begitu guru dan orangtua jadi lebih mudah untuk mendidik mereka.

Jogging – Siapa sangka olahraga yang murah meriah ini sangat cocok sebagai training penderita autis. Menurut studi yang dipublikasikan oleh The  Academy of Pediatric Physical Therapy’s Section on Pediatric 2016 Annual Conference berlari mampu mengurangi gejala hiperaktif pada penderita autis. Selain itu jogging juga membantu meningkatkan kemampuan social, kognitif, komunikasi, serta kesadaran sosialnya.

Bowling – Alasan bowling cocok sebagai training untuk anak-anak pengidap autis adalah dapat membantu mengatasi gangguan motorik halus serta kasar pada mereka. Inilah sebabnya penderita autis sebaiknya melakukan aktivitas fisik yang mencakup gerakan tubuh, contohnya bowling.

Anak-anak pengidap autis mempunyai potensi yang sama dengan anak-anak yang normal dan ini sudah banyak dibuktikan oleh berbagai studi. Bahkan tak sedikit tokoh dunia sukses yang juga mengalami gangguan tersebut namun sanggup mengatasinya.

Reporter Online untuk situs PasBar Online, sangat menyukai renang, dan memiliki passion dibidang teknologi informasi. Saat ini menulis untuk berita, teknologi, wisata, bisnis, kuliner serta sosial dan budaya.
×
Reporter Online untuk situs PasBar Online, sangat menyukai renang, dan memiliki passion dibidang teknologi informasi. Saat ini menulis untuk berita, teknologi, wisata, bisnis, kuliner serta sosial dan budaya.
Latest Posts
  • Mengenal-Olahraga-untuk-Anak-ADHD
  • Manfaat-Training-Memanah-Bagi-Anak
  • Training-untuk-Penderita-Autis
  • Fitness-Untuk-Para-Manula

Comment here